Minggu, 31 Oktober 2010

Imaging

PEMANFAATAN MAGNETIC RESONANCE IMAGING
(MRI) SEBAGAI SARANA DIAGNOSA PASIEN   


Magnetic Resonance Imaging  (MRI) adalah  suatu teknik penggambaran penampang  tubuh
berdasarkan prinsip resonansi  magnetik inti atom hidrogen. Tehnik penggambaran MRI relatif
komplek karena gambaran yang dihasilkan tergantung pada  banyak parameter. Alat tersebut
memiliki kemampuan membuat gambaran potongan   coronal,  sagital, aksial dan oblik tanpa banyak
memanipulasi tubuh pasien Bila  pemilihan parameternya tepat, kualitas gambaran detil  tubuh
manusia  akan tampak jelas , sehingga  anatomi dan patologi  jaringan tubuh dapat  dievaluasi secara 
teliti. Untuk itu perlu dipahami hal-hal yang  berkaitan dengan prosedur tehnik  MRI dan tindakan
penyelamatan bila  terjadi keadaan darurat.    

Aplikasi Klinik Pemeriksaan M R I


  Pemeriksaan MRI bertujuan  mengetahui karakteristik morpologik (lokasi, ukuran, bentuk, perluasan  dan lain lain dari keadaan patologis. Tujuan tersebut dapat  diperoleh dengan menilai salah satu atau kombinasi gambar penampang tubuh  akial, sagittal, koronal atau oblik  tergantung pada letak   organ dan kemungkinan patologinya.  Adapun jenis pemeriksaan MRI sesuai dengan  organ yang akan dilihat, misalnya :
1. Pemeriksaan kepala untuk  melihat  kelainan pada  : kelenjar  pituitary, lobang telinga dalam , rongga mata , sinus  ; 
2. Pemeriksaan otak untuk mendeteksi : stroke /  infark,  gambaran  fungsi otak,  pendarahan, infeksi; tumor, kelainan bawaan, kelainan pembuluh  darah  seperti aneurisma, angioma, proses degenerasi, atrofi; 
3. Pemeriksaan tulang belakang  untuk  melihat  proses Degenerasi (HNP), tumor, infeksi, trauma,
kelainan  bawaan. 
4. Pemeriksaan   Musculo-skeletal   untuk organ : lutut,   bahu , siku,   pergelangan tangan,   pergelangan kaki , kaki , untuk  mendeteksi robekan tulang rawan, tendon,
ligamen, tumor, infeksi/abses dan lain lain ;
5. Pemeriksaan Abdomen untuk melihat   hati  , ginjal,  kantong dan saluran empedu, pakreas, limpa,  organ  ginekologis, prostat, buli-buli 
6. Pemeriksaan Thorax   untuk melihat : paru –paru, jantung.

Kelebihan  MRI Dibandingkan dengan CT Scan

         Ada  beberapa kelebihan MRI dibandingkan dengan pemeriksaan CT Scan yaitu : 
1. MRI lebih unggul untuk mendeteksi beberapa kelainan pada jaringan  lunak seperti otak, sumsum tulang serta muskuloskeletal.  
2. Mampu memberi  gambaran detail anatomi dengan lebih  jelas. 
3.  Mampu melakukan pemeriksaan fungsional seperti pemeriksaan  difusi, perfusi dan  spektroskopi  yang tidak dapat dilakukan dengan CT Scan.  
4. Mampu membuat gambaran potongan melintang, tegak, dan miring tanpa merubah posisi pasien. 
5. MRI tidak menggunakan radiasi pengion

Artefak  pada MRI dan Upaya Mengatasinya 

Artefak   adalah   kesalahan  yang terjadi  pada  gambar yang  menurut  jenisnya   dapat   terdiri dari : kesalahan geometrik, kesalahan algoritma, kesalahan pengukuran attenuasi. Sedangkan   menurut penyebabnya terdiri dari :    
a.  Artefak  yang disebabkan oleh pergerakan  physiologi, karena gerakan jantung gerakan  per-nafasan, gerakan darah dan cairan  cerebrospinal, gerakan yang terjadi secara  tidak periodik  seperti  gerakan menelan, berkedip dan lain-lain. 
b.  Artefak yang terjadi karena perubahan kimia danpengaruh  magnet.  
c. Artefak yang   terjadi  karena  letak gambaran tidak pada tempat yang seharusnya. 
d. Artefact    yang terjadi akibat  dari data pada gambaran yang tidak lengkap. 
f. Artefak sistem penampilan yang terjadi misalnya karena  perubahan bentuk gambaran akibat faktor kesala-
han  geometri,  kebocoran dari tabir  radio-frequens.

      Akibat    adanya    artefak  –  artefak    tersebut  pada gambaran  akan tampak  :  gambaran  kabur, terjadi  kesalahan  geometri, tidak ada gambaran,  gambaran tidak bersih, terdapat garis–garis dibawah gambaran, gambaran bergaris garis miring,  gambaran tidak beraturan.       
         Upaya  untuk  mengatasi  artefak  pada gambaran MRI, antara lain    dilakukan  dengan cara : waktu pemotretan dibuat secepat mungkin memeriksa  keutuhan  tabir pelindung radio  fre-quensi, menanggalkan  benda-benda yang bersifat  ferromagnetic  bila  memungkinkan, perlu  kerja sama yang baik dengan pasien.

Tindakan yang Perlu Dilakukan Bila  Terjadi Kecelakaan
        Ada  beberapa  hal  yang  perlu  diperhatikan dalam kaitannya dengan kecelakaan  selama pemeriksaan MRI. Bila terjadi keadaan gawat pada pasien,  segera  menghentikan  pemeriksaan  dengan menekan tombol  ABORT, pasien segera  dikeluarkan  dari pesawat MRI  dengan  menarik  meja pemeriksaan dan segera  berikan  perto-longan dan apabila tindakan selanjutnya   memer-lukan  alat medis  yang  bersifat    ferromagnetik harus  dilakukan  di luar  ruang   pemeriksaan .    
        Seandainya  terjadi  kebocoran Helium, yang ditandai dengan bunyi alarm dari sensor  oxigen, tekanlah  EMERGENCY SWITCH dan segera membawa    pasien  ke  luar ruang  pemeriksaan serta buka  pintu  ruang  pemeriksaan  agar terjadi pertukaran udara, karena     pada  saat  itu  ruang pemeriksaan kekurangan oksigen. 
         Apabila  terjadi  pemadaman   (Quenching), yaitu hilangnya sifat medan  magnet  yang  kuat   pada  gentry (bagian dari pesawat MRI) secara tiba-tiba,  tindakan  yang   perlu  dilakukan  buka  pintu  ruangan lebar- lebar agar terjadi pertukaran  udara dan  pasien  segera di      bawa      keluar  ruangan   pemeriksaan.  Hal  perlu    dilakukan  karena  Quenching  menyebabkan  terjadinya penguapan helium, sehingga ruang    pemeriksaan MRI tercemar gas Helium. 


Kesimpulan

          Pemanfatan   MRI    untuk   memeriksa    ba-gian  dalam  tubuh  sangat efektif karena   memi-liki  kemampuan  membuat  citra potongan  koro-nal,    sagital, aksial tanpa banyak memanipulasi tubuh pasien dan diagnosa dapat ditegakkan dengan lebih detail dan akurat.
          Pesawat  MRI  menggunakan  efek  medan magnet dalam membuat citra potongan  tubuh, sehingga  tidak menimbulkan efek radiasi pengion seperti penggunaan pesawat sinar X.
          Gambaran  yang  dihasilkan  oleh    pesawat MRI  tergantung pada ketepatan pemilihan parameternya.  Dalam pengoperasiannya dapat terjadi kecelakaan yang  bisa membahayakan  pa-sien, petugas serta lingkungannya. Mengingat biaya pemeriksaan MRI bagi seorang  pasien cukup mahal dan  efek sampingnya, ( terutama efek latennya) yang belum diketahui maka  perlu pertimbangan yang matang sebelum pasien dikirim untuk pemerikaan MRI.
          Penelitian  perlu  dilakukan  untuk  menge-tahui ada / tidaknya efek  samping   bagi   pasien,  petugas  maupun   lingkungannya  (terutama efek  latennya ),  mengingat kekuatan medan magnet-nya cukup tinggi. Perlu tindakan  pecegahan  kecelakaan dalam pemeriksaan MRI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar